Tampilkan postingan dengan label PC PMII Kabupaten Karimun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PC PMII Kabupaten Karimun. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2017

0

"Kita Harus Bisa" Wanita di Mata PMII

|
Bagaimana PMII memandang perempuan? Menurut saya, dengan memutuskan untuk mengikuti  PMII dan berkecimpung di dalamnya, para perempuan telah menempuh langkah positif untuk membuktikan kemampuan kaumnya. Bergabungnya perempuan dalam PMII akan memperluas ruang lingkup mereka untuk bergerak di publik.

Bukan hal aneh PMII dipimpin oleh seorang wanita meskipun sering dalam banyak kegiatan perempuan diberi tugas yang sangat feminin seperti MC, protokol, hingga konsumsi. Ya, tugas-tugas tersebut memang begitu identik dengan perempuan.

Namun, bagi saya, tetap saja PMII sangat berkontribusi bagi para kader perempuannya dalam mengepakkan sayap serta memfasilitasi mereka suatu ruang untuk lebih leluasa terbang di ranah publik. Itulah sebabnya wajib bagi para kader perempuan PMII untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya

Perlu diingat bahwa memperjuangkan hak perempuan tidak sama dengan berasumsi bahwa perempuan harus berada satu jenjang lebih tinggi di atas kaum lelaki. Bagaimanapun, perempuan memang berada di bawah lelaki dan itu adalah ketentuan Tuhan.

Memperjuangkan feminisme bertujuan untuk menyingkirkan anggapan-anggapan masyarakat yang selalu megaitkan perempuan dengan kelemahan, kerapuhan, dan kebodohan. Perjuangan RA Kartini harus dilanjutkan. Bukankah surga berada di bawah telapak kaki ibu yang tentunya perempuan? Hal tersebut membuktikan bahwa meskipun ditakdirkan berada di bawah laki-laki, perempuan tetap saja istimewa. Perempuan haruslah cerdas dan tangguh karena dari rahimnya lah kelak akan lahir para penerus dan pemimpin bangsa.

Tak mungkin rasanya berharap para penerus bangsa kelak akan cerdas, tangguh dan berakhlak mulia apabila ibundanya hanya berdiam diri di kamar tanpa memberikan kontribusi yang berharga di ruang publik. Sekali lagi, perempuan selalu istimewa. Mari kita manfaatkan keistimewaan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Salam Pergerakan!
Juni Putri Yani
Baca selengkapnya »

Senin, 14 November 2016

0

Bhineka Mulai Pudar Tunggal Ika Samar-samar

|

Tersiar berita si Ahok ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian. Berita ini tidak sama sekali mengejutkan bagi rakyat indonesia yang mengikuti perkembangan berita politik di tanah air. Karena sedikit peluang Ahok untuk lepas dari jeratan hukum setelah tanda-tanda dari pemerintah telah menunjukkan keseriusannya dalam menangani kasus ini.

Bukan tidak mungkin nanti dalam perkembangan isu ini akan menjadi babak panjang seperti kasus Kopi Maut yang di menjadi terdakwa Jessica. Karena masalah ini masih mengandung kontroversi, selain di anggap sebagai orang yang tidak bersalah, pihak yang pro terhadap Ahok menuding bahwa Ahok telah menjadi korban dari pertarungan pesta politik yang kotor serta tumbal dari terkondusifnya suasana yang sensitif ini. Sehingga walau dalam pembuktiannya Ahok tidak bersalah mau tidak mau Ahok akan tetap dipenjara demi keinginan suatu golongan.

Sepertinya ini menjadi masalah panjang bagi kita masyarakat indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama. Bukan saja pihak terkait yang mengusut harus berkeringat panjang. Masyarakat yang mengikuti mungkin akan capek dan segera merapatkan barisan dengan berbagai ideologinya untuk mempertahankan sebuah kepercayaannya masing-masing. Potensi kegiatan saparatis mungkin akan terbalik, dimana akan berada di tangan minoritas.

Kemudian, adanya isu ini membuat pemerintah mempunyai tugas yang begitu berat. Jika tidak dibaca dengan baik. Situasi yang sudah mulai sejuk akan menjadi panas lagi dengan pergejolakan yang tersamarkan oleh isu-isu baru akibat ketidakwaspadaan pemerintah untuk menanggulangi ancaman tersebut.

Provokasi akan ada dimana-mana baik itu dari masing-masing pendukung pihak yang terkait dan juga tentunya dari pihak asing. Kedua pemain ini sama besar bahayanya dan salah satunya pasti akan memenangi pertaruhan ini untuk menghancurkan NKRI. Lambat tapi pasti kita sudah mulai di hancurkan. Sadarlah ...
Baca selengkapnya »

Kamis, 06 Oktober 2016

0

Merobohkan Budaya Mahasiswa Apatis Terhadap Hukum (Mahkamah Konstitusi)

|

Pernahkah kita melihat lembaga-lembaga di indonesia ini berselisih lalu mendatangi ke gedung MK?? Pasti pernah, nah dalam kasus tersebut apa sebenarnya yang di perselisihkan? Kenapa harus mengadu kepada MK? kenapa tidak diselesaikan secara politik?

Jawabannya, disebabkan oleh sistem ketatanegaraan yang diadopsi Indonesia dalam ketentuan UUD 1945 sesudah perubahan pertama(1999), Kedua (2000), Ketiga (2001), dan keempat (2002), mekanisme hubungan antarlembaga negara bersifat horizontal, tidak lagi bersifat vertikal. Sekarang tidak ada lembaga tertinggi negara seperti yang kita ketahui sebelumnya. MPR bukan lagi lembaga yang paling tinggi kedudukannya dalam bangunan struktur ketatanegaraan Indonesia, melainkan sederajat dengan lembaga-lembaga konstitusional lainnya, yaitu Presiden, DPR, DPD, MK, MA, dan BPK.

Hubungan antar lembaga diikat oleh prinsip checks and balances, dimana diakui sederajat tetapi saling mengendalikan satu sama lain. Karena sederajat timbul kemungkinan dalam pelaksanaan kewenangan masing-masing terdapat perselisihan dalam menafsirkan amanat UUD.

Jika timbul persengketaan pendapat semacam itu, maka diperlukan organ yang mengatur untuk memutuskan final atas hal tersebut. Yakni melalui proses peradilan tata negara yanv bernama Mahkamah Konstitusi.

Secara definitif, maksud dari sengketa kewenangan antarlembaga negara ialah perbedaan pendapat yang disertai persengketaan dan klaim antar lembaga negara mengenai kewenangan konstitusionalnya yang dimiliki oleh masing-masing lembaga negara tersebut.

Selain memutuskan perkara dalam sengketa kewenangan antar lembaga, MK juga berfungsi sebagai tempat mengadu bagi siapa saja selama ia warga negara indonesia terhadap undang-undang yang tidak relevan dan bermasalah dalam pelaksanaannya oleh lembaga yang terkait. Hal tersebut dinamakan pengujian materi undang-undang.

Cara penyelesaiannya dengan memberikan solusi hukum selama dipersidangan, sebab MK seyogyanya sebagai lembaga yang merdeka dari siapa saja -tidak boleh ada pihak yang mengintervensi- untuk menegakkan hukum dan keadilan di tingkat lembaga.

Melihat posisi maka Mahkamah Konstitusi ini posisinya unik. MPR yang menetapkan UUD sedangkan MK yang mengawalnya. DPR yang membentuk UU, tetapi MK yang membatalkannya jika terbukti bertentangan dengan UUD. MA mengadili semua perkara pelanggaran hukum di bawah UUD, sedangkan MK mengadili perkara pelanggaran UUD. Jika DPR ingin mengajukam tuntutan pemberhentian terhadap presiden dan atau wakil presiden dalam masa jabatannya, maka sebelum diajukan ke MPR untuk diambil keputusan, tuntutan tersebut diajukan dulu ke MK untuk pembuktiannya secara hukum.
Baca selengkapnya »

Kamis, 22 September 2016

0

Alasannya Organisasi Mahasiswa Merosot

|

Pada dasarnya, organisasi mahasiswa memiliki peran yang signifikan dalam sejarah bangsa. Namun sejak 1998, tidak ada lagi gerakan mahasiswa yang dihasilkan organisasi mahasiswa, yang berakibat besar terhadap bangsa. Pengurus organisasi mahasiswa, sebuah jabatan sakral dimasa lalu, sekarang tidak lebih dari "orang aneh sok sibuk yang tak dipeduli" oleh rekan rekannya. Ia bukan lagi tokoh yang diidolakan, dihormati dan dihargai. Gerakan mahasiswa, momok bagi para status quois sekarang tak lebih keren ketimbang demonstrasi bayaran.

Organisasi mahasiswa, intra maupun ekstra kampus, secara umum mengalami beberapa kemunduran. Antara lain, kurangnya kuantitas kader. Kurangnya kualitas kader. Dan terlalu banyaknya dinamika yang kurang produktif yang menghambat perkembangannya.

Organisasi mahasiswa pada dasarnya, "sekolah ekstra" tempat menempa mental dan kemampuan manajerial mahasiswa, menjadi sangat penting untuk dijaga. Sebab kita dapat bayangkan, betapa lemahnya bangsa ini kedepan jika mahasiswa saat ini yang kelak melanjutkan estafet pembangunan, minim pengalaman organisasi.

Cara pandang 70-80an
Agar organisasi dapat bertahan, ia harus mampu menghadapi tantangan zaman. Organisasi mahasiswa di era 80-an, berada dibawah tekanan. Militansi adalah karakter utama gerakannya. Kader ditekankan memiliki militansi yang kuat. Militansi disini dalam artian, kuat memperjuangkan kepentingan umum. Bila dispesifikkan lagi, kuat demo. Cukup modal isu (yang bahkan belum terverifikasi validitasnya), rapat aksi, maka terjadilah demo besoknya. Militan bukan?

Model pengelolaan kaderisasinya yaitu dengan mengandalkan senioritas. Seniorlah yang pegang kendali. Bukankah senior tak pernah salah, dan bila salah kembali ke pasal satu ? Mengapa demikian, karena pada zaman itu, belum ada batasan masa kuliah. Hal wajar bila orang kuliah S1 sampai belasan tahun.

Saat itu, pengurus apalagi ketua lembaga, bagaikan Dewa. Ia dipuja oleh para yunior. Ia menjadi suri teladan yang dihormati dan disegani. Selalu dikawal oleh kawan kawannya, bak artis saat ini.

Memandang tahun 2016
Sejak reformasi 98, banyak perubahan mendasar dalam sistem tata negara kita. Kemudian berdampak pada sistem sosial. Sebagai contoh, terbitnya UU kebebasan pers dan terlepasnya rakyat dari represi orde baru (tuduhan komunis, tuduhan tindak subversif, penculikan, petrus dsb), menjadikan media kita sangat bebas. Ditambah lagi perkembangan teknologi informasi, sehingga informasi semakin mudah diakses. Perang isu menjadi hal lumrah saat ini.

Perubahan lain misalnya dihapuskannya ospek dengan alasan melanggar HAM. Walhasil, taring para senior menjadi ompong. Senior yang mencoba sok jagoan didepan yuniornya, akan menjadi bahan tertawaan. Beda, bila hal itu dilakukan beberapa puluh tahun lalu.

Generasi hedon, sesuatu yang amat langka di era 70, 80 dan 90an, menjadi hal umum saat ini. Budaya hedonisme, membuat banyak mahasiswa tidak lagi mementingkan berorganisasi. Tantangan semua organisasi adalah bagaimana membuat organisasi mahasiswa menarik bagi mahasiswa ditengah budaya hedonisme.

Merosotnya Organisasi Mahasiswa
Jelas, peran organisasi mahasiswa makin merosot akibat terlalu banyaknya dinamika yang tidak produktif, terutama saat suksesi. Selain itu organisasi mahasiswa kurang tanggap terhadap tantangan zaman. Organisasi yang hidup di tahun 2016, tapi paradigma pengelolaannya masih tahun 70-80an. Bila dibiarkan, organisasi mahasiswa diambang kehancuran. Pada gilirannya, akan melemahkan bangsa. Sebab sebuah kekuatan penting, yaitu mahasiswa, tidak lagi memiliki saluran energi positifnya.

Penguatan intelektual
Tradisi membaca, harus kembali dihidupkan. Organisasi mahasiswa semestinya mewadahi hal tersebut. Melalui kegiatan bedah buku atau sejenisnya. Pengadaan perpustakaan. Diskusi berkala. Dan hal hal ilmiah lainnya.

Bukan hal tabu, bila organisasi mahasiswa mengundang pejabat publik untuk meminta klarifikasi atau pencerahan tentang sebuah kebijakan. Ketimbang terburu buru turun kejalan atas isu yang lemah argumentasinya. Sehingga ada perbandingan antara isu, realitas lapangan, regulasi dan kebijakan. Menjadi mahasiswa yang bijak membaca situasi itu lebih baik ketimbang gampang dikompori dengan maksud agar dianggap militan.

Baca selengkapnya »

Selasa, 13 September 2016

0

Budaya Mahasiswa Mulai Terancam Hilang

|

Semua mahasiswa pastinya mengerti akan perubahan zaman, karena mereka merupakan bagian dari objek yang merasakannya. Namun apa mahasiswa sekarang masih tetap idealis sebagai mana dengan mahasiswa dulu.

Sudah saatnya dipertanyakan apakah masih ada jiwa semacam itu bersarang di dalam diri mereka. Gelar prestisius yang disandang mahasiswa, seperti agent of social change, agent of control, agent of transformation, dan intelektual muda kini sudah kurang populer untuk ditempelkan di atas nama mereka. Agaknya motivasi bung karno yang terkenal dengan "Mengguncang dunia hanya dengan 10 pemuda" telah menjadi buian kosong dan tidak logika menurut akal mereka. Wajar saja seandainya demikian, karena zaman menuntut mereka untuk di ikuti dan kesadaran cinta tanah air untuk memajukan bangsa hanya sebatas pandai menyanyikan lagu indonesia raya.

Mari kita mencoba untuk melakukan refleksi singkat sekaligus membandingkan aktivitas mahasiswa dahulu dengan aktivitas mahasiswa zaman sekarang. Jika ada sebagian orang mengatakan bahwa aktivitas-aktivitas mahasiswa dahulu sudah tidak relevan untuk dipraktekkan mahasiswa zaman sekarang, pada level tertentu mungkin itu benar adanya, tapi tidak seluruhnya benar. Sebab, ada beberapa aktivitas atau budaya mahasiswa yang memang harus tetap dijaga kelestariannya serta berkesinambungan, seperti membaca buku, berdiskusi, melakukan advokasi masyarakat, melakukan kritik terhadap pemerintah, menyampaikan aspirasi, melakukan pertemuan-pertemuan antar mahasiswa, serta agenda-agenda positif lainnya.

Mahasiswa pekerja sosial. Bukan! Tetapi mahasiswa harus mampu menunjukkan bahwa, mereka agen yang siap menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat, dan siap memberikan gagasan cerah pada saat menghadapi suatu persoalan. Minimal, mahasiswa harus jeli melihat sesuatu yang dapat dikategorikan sebagai sebuah permasalahan, atau jangan-jangan mahasiswa zaman sekarang sudah tidak mengerti sesuatu yang disebut masalah?

Penyebab akibatnya pergeseran budaya bisa saja karena faktor internal maupun eksternal mahasiswa itu sendiri. Dalam perspektif psikologi perkembangan, lingkungan adalah faktor kuat yang dapat mempengaruhi pola pikir serta tingkah laku seorang individu. Artinya, perubahan pola pikir serta tingkah laku individu sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan di mana ia hidup, sebab kondisi lingkungan mengikuti perubahan zaman, dan itu merupakan hukum alam, meskipun sebenarnya manusia itu sendirilah yang membuat perubahan-perubahan tersebut.

Manusia harus mampu memproteksi diri dengan menggunakan akal serta mampu membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Melihat relita aktivitas mahasiswa -kecuali belajar-, menjadikan kegiatan tersebut termasuk ke kategori keinginan. Padahal dalam konteks bermasyarakat kedepannya mahasiswa akan berbaur bersama rakyat, sehingga dengan banyaknya wadah dan aktivitas maka akan menjadi manusia yang berguna bagi banyak orang. Maka suatu keharusan keinginan di ganti dengan makna kebutuhan!

Sebagian orang menganggap wajar pergeseran-pergeseran itu terjadi akibat perubahan arus zaman. Dan sebagian lainnya menyalahkan proses pembelajaran di kampus yang tidak mampu menumbuhkan kesadaran (kognitif) mahasiswa. Ada lagi sebagian lain justru menyalahkan individu-individu mahasiswa itu sendiri karena dianggap lebih memilih gaya hidup hedonis nan pragmatis, enggan untuk diajak berpikir dan berjuang. Bahkan, ada lagi sebagian lain yang justru beranggapan agak ekstrim, bahwa mahasiswa zaman sekarang tidak cerdas dan jika boleh dikatakan, bodoh

Terlepas dari hal itu, apa pun faktor yang menjadi penyebab pergeseran budaya mahasiswa tersebut harus kita akui bahwa realitas seperti itu memang sungguh-sungguh terjadi dan jangan mencoba tutup mata, terutama kepada mereka yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengembalikan peran serta fungsi mahasiswa. Karakteristik mahasiswa zaman sekarang memang sudah jauh berbeda dengan karakteristik mahasiswa zaman dahulu, dan itu sangat mudah menilainya dari aktivitas yang mereka pertunjukkan sehari-hari, baik di kampus maupun di luar kampus.

Masih segar ingatan kita ketika mahasiswa menjadi pelaku sejarah dalam menumbangkan rezim orde lama, kalau tidak ada Mahasiswa mungkin parlemen kesulitan dalam menumbangkan pemeritahan di bawah presiden Soeharto. Artinya, ada beban sejarah yang dipikul mahasiswa sekaligus ada suatu harapan yang membumbung tinggi atas keberadaan mereka di negeri ini. Mau di bawa ke mana citra, beban sejarah serta harapan besar itu?

Baca selengkapnya »

Sabtu, 10 September 2016

0

PMII Karimun Menghadiri Acara Peringatan HUT Patron DPC Karimun Yang Pertama

|

Sabtu, 10 September PC PMII Karimun menghadiri acara peringatan HUT yang pertama bagi Patriot Nasional DPC Karimun yang beralamat di Kuda Laut, Kolong Bawah, Kecamatan Karimun, Kabupaten Tanjung Balai Karimun.

Dalam kunjungan acara tersebut yang di komandoi oleh sahabat Parizal selaku ketua PC PMII Karimun, beserta jajarannya memberi sinyal bahwa kehadiran Patron selama satu tahun adalah harapan bagi kami, terlebih PMII yang belabel dari almamater setiap kampus yang berbeda, juga sedari awal fungsinya selain menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi tentunya juga mengawasi jalannya roda pemerintahan setempat.

Setali tiga uang, salah satu anggota PMII Karimun yang hadir, yakni sahabat Hermansyah mengatakan. Walau dengan konsep acara yang sederhana, bertemakan peringatan ulang tahun dan sekaligus pelantikan pengurus baru. Setidaknya memberikan harapan kami bahwa bukan mahasiswa saja yang ikut berperan aktif mengawasi serta menjembantani antara rakyat dengan pemerintah daerah, buktinya dengan keberadaan 1 tahun sudah banyak kegiatan yang Patron lakukan. Salah satunya melakukan kegiatan bedah rumah di pulau kambing.

Pelantikan secara simbolis tersebut di lantik langsung oleh ketua Patron Pusat, Brigjen Prn. TNI Drs. Abdul Salam. Tamu undangan yang hadir terdiri dari perwakilan Bupati Karimun, kodim 0317/TBK beserta rombongannya, Danlanal TBK, dan Ketua OKP-OKP L yang bernaung di wilayah Kabupaten Karimun.

*Bidang Media dan Informasi PMII Karimun
Baca selengkapnya »

Kamis, 18 Agustus 2016

0

Lagi-lagi Gedung KECC Yang di Sorot

|

Apa yang terjadi di atas ? foto yang diambil pada perayaan HUT RI yang ke 71 di costal area tersebut mengundang reaksi saya yang kesekian kali untuk membahasnya.
Sebenarnya tidak ada yang salah pada gambar di atas, namun tahukan anda kalau bangunan yang diduduki para penonton tersebut adalah aset Pemkab Karimun yang tidak terpakai dan tak jelas kemana arah tujuannya. Namanya adalah Karimun Exebithion and Convention Centre (KECC), bangunan milliyaran rupiah yang seyogyanya menjadi penunjang PAD Karimun namun sampai detik ini tidak ada satupun pergerakkan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Karimun..

Kami dari PC PMII Karimun meminta pemerintah Kab Karimun untuk serius mengelola bangunan ini, dan untuk para dewan terhormat segera bertindaklah yang sebagaimana seharusnya.. 
Baca selengkapnya »

Kamis, 11 Agustus 2016

0

Saya Setuju Wacana Baru Mendikbud!!

|
Baru dua pekan menggantikan Anies Baswedan, penambahan jam waktu belajar pada SD dan SMP ingin diterapkan oleh Muhadjir Effendi. Gagasan ini ia temukan dari Nawacita. Yakni pendidikan karakter dan budi pekerti, yang mencakup 80 persen. Sementara 20 persennya pengetahuan. Seluruhnya ada18 butir yang isinya seperti kepribadian, olahraga, hingga agama.
Ramai Gunjing perihal wacana ini, dilihat dari sumber media yang beredar banyak sekali penolakan yang berasal dari orang tua para murid. Sampai dengan mengisi petisi yang telah ditandatangani oleh 20.820 orang.
Sementara dari sudut pandang yang membuat kebijakan ini menganggap perpanjangan waktu ini tidak melulu diisi oleh pelajaran, melainkan pendidikan karakter, bahasa, rohani, dan lain-lain. Katanya lagi, jam pulangnya pun di atur menajdi sore sehingga tepat dengan jam pulang orang tua mereka.
Pro dan Kontra telah mewarnai pembahasan yang paling hangat di dunia pendidikan indonesia saat ini, padahal masalah amburadulnya kurikulum belum tuntas untuk di selesaikan. Kini hadir lagi sebuah masalah baru, agaknya mendikbud baru ini bukan ingin sembarangan meletakkan isu. Ada nilai positifnya jika sebuah rumor telah ramai dipergunjingkan, dari situ pemerintah bisa mengambil sebuah opini, masukan serta berupa saran dari berbagai kalangan termasuk individu.
Sah-sah saja bagi mereka para orang tua dan guru yang telah menandatangani petisi, karena merekalah yang terlibat di dalam itu semua. Namun harus di ingat bahwa pendidikan yang baik benar adanya seperti yang presiden Jokowi katakan. Generasi muda harus memiliki karakter bangsa, di antaranya adalah etos kerja, kerja keras, integritas, kejujuran, optimisme, serta gotong royong. Sehingga kedepannya bangsa indonesia bisa menjawab tantangan abad ke-21. Bangsa yang menang adalah bangsa yang memiliki karakter yang kuat. Kita Sebagai masyarakat seharusnya jangan fokus pada isuy penambahan jam sekolah, tetapi penguatan pendidikan karakter anak-anak. Seandainya wacana ini benar terealisasi, tidak dipungkiri lagi angka kriminalitas terhadap anak-anak dan remaja akan berkurang, sebab merela para pelajar akan pulang secara bersamaan dengan orang tua.
Baca selengkapnya »

Minggu, 17 Juli 2016

0

Costal Area Dalam Perspektif Mahasiswa Karimun

|
Pemandangan costal area di malam hari
Costal area, sebuah nama yang penuh kenangan bagi masyarakat karimun. Khususnya masyarakat tempatan, mereka tentunya bangga dengan keberhasilan kampungnya dalam membangun tempat wisata baru buatan. Coba lihat batam dengan barelangnya, indah, megah dan cukup berkelas jembatan yang dibangun selama enam tahun (1992-1998) ini. Karimun juga punya, ya mana lagi kalau bukan jembatan leho. Jembatan ini tergolong baru, di bangun pada era bupati Karimun H. Aunur Rafiq, S.Sos, M.si, sudah bisa dicicipi oleh masyarakat setelah selesai pada awal tahun 2016.

Dalam proses pembangunan costal area yang memakan biaya APBD Rp 300 milliar, terdapat masalah dalam pembangunannya, satu diantaranya yang semua orang tahu adalah lambatnya proses pengerjaannya. 

Penyebabnya adalah, anggaran yang dikucurkan tidak semuanya cair, perlu bertahap. Hal ini terkait dengan upaya terbentuknya pembangunan yang merata di semua sektor, jadi bukan pariwisata saja yang harus di bangun. Banyak juga yang perlu di prioritaskan, seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, kesejahteraan ekonomi masyarakat, dan sebagainya. Lalu, juga sulitnya menyelesaikan lahan yang belum terbebaskan oleh pemkab karimun terhadap pemilik tanah.

Sayang sekali bila pembangunan ini tersendat hingga terhenti, karena bukan saja menjatuhkan marwah karimun tetapi juga merugikan ekonomi dengan menghamburkan uang tanpa hasil yang konkret. Belum lagi gedung di samping costal yang tidak tahu arah tujuannya untuk dibangun, malah dijadikan tempat warga memancing ikan pada sore dan malam hari. 
Baca selengkapnya »

0

Objek Wisata Baru Karimun Di Tahun 2017

|

Pantai pelawan, pantai pongkar, air terjun pongkar adalah sebuah distinasi karimun yang berasal dari alam dan di kelola oleh pemerintah daerah karimun. Dalam hal ini pemda karimun wajib melayani segala bentuk kekurangan dalam segi pelayanan demi kenyamanan pengunjung, seperti tempat tong sampah, lahan parkir, tempat bersantai, serta tak kalah pentingnya toilet umum.

Lengkap dan nyaman adalah prioritas oleh pengunjung dalam berwisata, hal ini bisa menaikkan traffic pengunjung yang semakin hari semakin banyak saja penduduk karimun. Namun kedua hal tadi bila di adukan dengan sebuah tontonan yang monoton, maka tidak ada gunanya (tidak bermanfaat) lagi jika yang dipandang itu terus, perlu adanya variasi dalam pengelolahannya baik dalam segi manajemennya ataupun operasionalnya. Terkait kejenuhan objek wisata karimun yang tidak ubahnya seperti hanya berlari di tempat, pemerintah karimun harus memiliki suatu daya tarik yang lebih variatif dan inovatif. Paling tidak menemukan objek wisata alam yang masih terpendam, terlebih objek wisata yang berpotensi tapi belum di optimalkan. Contohnya wisata ke gunung jantan.

Dalam acara seminar beberapa bulan yang lalu di aula kampus Universitas Karimun, yang menjadi narasumbernya adalah bupati karimun H. Aunur Rafiq, S.Sos, M.si. Beliau mengatakan, secepatnya kami akan menjadikan gunung jantan sebagai objek wisata barunya kabupaten karimun dengan melengkapi beberapa fasilitas mendukung.

Didukungnya kepala daerah bukan tidak mungkin bisa memuluskan jalan ini, tapi fakta bisa berkata lain. Dalam praktiknya akan selalu ada tarik ulur dari berbagai kelompok/pribadi, dengan kepentingannya masing-masing. Disatu sisi ingin kemajuan bersama di sisi lain ingin memajukan perut sendiri.

Kemudian, tak dapat dipungkiri bahwa wisata buatan juga harus ikut berperan dalam kemajuan wisata di karimun. Salah satunya daerah costal area, dengan ditetapkannya sebagai distinasi kebanggan warga karimun, daerah ini harus di berikan kemudahan bagi para investor untuk menanamkan modalnya. Manfaatnya selain untuk kemajuan ekonomi karimun juga menambah lapangan pekerjaan, pada hari ini tidak sedikit bangunan yang mengahasilkan pundi-pundi rupiah ke pemkab Karimun. 

Mari kita lihat, ada restaurant food court, café d’ja, dan yang paling menonjol dari semua adalah hotel 21 karimun. Khusus yang terakhir ini, peluang untuk menjadi objek wisata baru sangat terbuka lebar, dengan mengadopsi hotel berbintang diyakini hotel ini akan digadang-gadang sebagai hotel yang terbaik di karimun. Viewnya yang mengahadap laut, di bawahnya terdapat kolam mandi, lalu dilengkapi dengan pujasera di lantai satu. Menjadikan hotel ini sebagai tandingan terbaru untuk hotel aston dan maximillian kedepannya.


Semoga saja hotel tersebut cepat selesai pembangunannya, dan objek wisata ke gunung jantan semoga juga terrealisasikan oleh bapak bupati karimun. Good luck karimun, teruslah berbenah diri, dan kita pun juga. Tidak lagi berjalan untuk merubah tetapi berlarilah secepat mungkin demi perubahan.
Baca selengkapnya »

Rabu, 13 Juli 2016

0

Ikut Serta Merevolusi Mental

|

Tahun ini adalah tahun 2016, sudah banyak perubahan yang terjadi di karimun ini. Dari bentuk fisik memang sudah menonjol sejak di mekarkan karimun menjadi kabupaten.

Revolusi mental digaungkan oleh presiden jokowi, menandakan sebuah perubahan besar segera akan kita tampakkan. Dari sinilah kunci kesuksesan seorang dan bangasa ini bila revolusi mental benar terjadi.

Kejayan suatu negara bisa di ukur dari kebiasaan/kerutinan setiap warganya. Mari kita lihat inggris raya yang dahulu berjaya degan revolusi industrinya, semua rakyat inggris berbondong-bondong ingin meningkatkan industrinya, secara kompak mereka sadar dengan perasayuan negaranya bisa terlepas dari ketergantungan ekonomi negara lain dan menjadi negara mandiri. Puncaknya ialah penemuan-penemuan mesin, alat canggih, metode baru hadir di era keemasan itu.

Revolusi mental adalah perubahan yang terjadi di dalam diri manusia baik itu cara berfikir, kebiasaan, ucapan, tingkah laku, dsb.Sangat menyayangkan sekali bila ide revolusi mental ini dipahami dan dikembangkan oleh kaum pemuda, khusunya untuk para generasi masa depan mahasiswa indonesia. 

Tidak pahamnya akan tujuan presiden jokowi tersebut, kebiasaan lama masih saja tetap dipertahankan. Mari kira ambil 1 contoh nyata dalam bertutur kata, "honda" adala merek motor, namun di karimun masih banyak menggunakan untuk menyebut benda sepeda motor. Jika kasusnya terjadi pada lansia dan orang yang tidak berpendidikan bisa dianggap suatu kewajaran. Lihat Video Aksi PC PMII Karimun Di Saipem

Jika terjadi pada kaum terpelajar, apa di anggap wajar. Hanya orang yang awam yang mengatakan demikian. Kalangan akademisi juga banyak yang begitu, alasannya agar bisa berbaur bersama masyarakat serta tidak adanya jarak degan mereka dalam berdialektika.

Semakin di biarkan, maka semakin besar api. Perlu bombe untuk memadamkannya. Yaitu kita, para inisiator dalam merevolusi mental di negeri sendiri.
Baca selengkapnya »

Senin, 27 Juni 2016

0

Skripsi Ditiadakan, Suatu Kemunduran Dalam Pendidikan

|
Berkaca pada status teman saya di akun facebooknya yang mengungkit isu dihapusnya ujian skripsi oleh pak presiden jokowi, menjadikan tulisan ini hadir di tengah-tengah kita sebagai tanggapan atas perihal tersebut. Secara nasional semuanya akan merespon regulasi baru pemerintah terhadap dunia pendidikan di indonesia. Seluruh media wajib mengangkat tema yang krusial ini, mengingat hasil konvensi akan menentukan arah pengembangan bangsa indonesia ke depan. Sebelum menjadi doktrin, semuanya harus dikaji secara mendalam sebelum di implementasikan ke dalam kurikulum yang berakibat fatal. Apakah diganti dengan format yang sama namun tujuan sebagai peneliti tidak di pisahkan, atau di ganti formatnya dan slogan tri dharma perguruan tinggi di lenyapkan.

Pro dan kontra ialah suatu kewajaran, yang tidak wajar jika kita vakum dan hanya menjadi penonton padahal semua itu akan menentukan hidup mahasiswa itu sendiri. Memuji sampai mengecam pun tidak terelakkan dari korbannya. Yakni mahasiswa, mereka akan turun ke jalan dengan memboncengi organisasi besar mengatas namakan generasi masa depan, entah itu menolak atau mendukung. Lihat dan tunggu saja pemeran utamanya dalam melakukan drama di negeri yang congkak ini.

Pandangan awam terhadap sarjana.
Anggapan masyarakat awam tentang sarjana saja banyak menganggur masih belum bisa tergantikan, mereka yang tidak menginginkan pendidikan tinggi masuk ke ranah keluarganya dengan alasan ekonomi, tidak praktisnya, kurang berproduktif, dsb. memegang dogma itu sebagai alasan mereka. Cukup sampai 12 tahun saja menimba ilmu sisanya anak kita harus mencari pekerjaan. Kata orang tua mereka.

Untung-untung sukses melalui jalur tersebut. Namun, harus di ingat sedikit yang sukses dengan menyandang gelar sarjana. Melainkan besar peluang kesuksesan jika menyandang gelar di belakang namanya. Tapi kenapa mereka masih banyak mengganggur? Kata mereka lagi. Menurut saya itu berkat usaha yang kurang maksimal dalam proses pencarian pekerjaan, serta kurangnya penerapan dalam ilmu yang di berikan oleh dosen sehingga dalam implementasinya tidak terkesan memuaskan oleh para rekrutmen.
https://aspirasimahasiswakarimunblog.blogspot.co.id/2016/05/tulisan-yang-saya-suguhkan-tidaklah.html

Pandangan terhadap agama - pendidikan untuk kehidupan duniawi dan surgawi.
Hidup ke depannya adalah cerminan kita di masa lalu, apa yang kita kerjakan dan kita tulis di lembaran hidup ini akan menuai di hari kemudian. Itulah ketetapan Tuhan, yang mengaku maha adil. Benar adanya, Allah swt itu maha adil, terlebih maha bijaksana. Melebihi bijaksananya hakim di pengadilan. Hakim saja pernah khilaf dalam memutuskan perkara, hingga beberapa berita mencuat akan kredibilitas seorang hakim.

Allah swt adalah tuhan yang sempurna. Bijaksananya melewati batas akal manusia sehingga sulit bagi kita menilai tindakan yang Allah berikan. Terkadang kitapun tidak bisa menerima takdir, namun sekali lagi inilah rahasia-Nya, pada akhirnya semua akan terasa indah. Disaat susahnya kita dalam menyusun skripsi maka disaat itu juga pepatah berakit-rakit dahulu berenang-renang ketepian mulai menunjukkan jatinya. Maka saat itu juga kita merasakan keadilan tuhan yang tanpa di sadari sebelumnya.

Sesungguhnya, al qur'an di turunkan kepada Rasulullah dengan wahyu pertamanya ialah surah iqro yang ayat pertamanya berbunyi "bacalah". Jadi dengan turunnya perintah allah melalui kitab suci tersebut mengindikasikan bahwa dengan membaca maka ilmu akan kita peroleh, lalu di amalkan dan di bagikan ke orang ramai.

Semoga bermanfaat..
Baca selengkapnya »

Rabu, 22 Juni 2016

0

Cerita Kita Di Bulan Suci Ramadhan

|
Indahnya berbagi di bulan ramadhan amat dirasakan oleh mahasiswa/i karimun pada hari rabu (22/06/2016) di rumah tetangga korban yang dirundung musibah dilalap sijago merah beberapa hari silam. PC PMII KABUPATEN KARIMUN mengunjungi untuk melakukan aksi sosial dengan memberikan beberapa barang sembako beserta baju layak pakai yang diperuntukkan bagi korban rumah kebakaran yang beralamat di simpedas Kel. Pasir panjang, Kel. Meral barat.
Kedatangan kami disambut dengan hangat namun terkesan mendadak. "Saya kira yang datang cuman 2 orang", ucap nora yang peduli pada tetangganya itu. Apa lagi kunjungan yang kami berikan lumayan ramai dan diluar dugaan beliau sehingga membuatnya tidak siap dalam mempersiapkan untuk menyambut tamunya. Ibu Nora adalah penghubung antara korban dengan pihak PMII dalam kegiatan ini, istri ketua pemuda setempat ini senang sekali bila ada orang yang membantu tetangganya, katanya lagi pemerintah provinsi melalui dinas sosial sebenarnya telah membantu tetangganya namun untuk pemerintah kabupaten sampai saat ini belum ada.
Dalam pelaksanaannya yang di ketuai oleh sahabat Aal Aulia (Humas PC PMII Kab. Karimun), mengatakan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama dan bila ada hal yang perlu di tolong kami PMII Kab. Karimun insya allah siap akan membantu. Ketua umum serta beberapa koordinator divisi juga ikut mewarnai dihari bahagia tersebut untuk turut menyertai serta membantu membawakan logistik ke tempat tujuan. Selaku ketua umum sahabat Parizal juga memberikan arahan dengan menjelaskan peran serta fungsi dari organisasi yang di pimpinnya dan mengenalkan secara langsung kepada beberapa masyarakat yang hadir, mengenai apa itu organisasi PMII.
Di pusatkan di sekretariat PC PMII Kab. Karimun sebagai titik awal dalam perjalanan kami langsung melesat ke pasir panjang. Perjalanan jauh yang melelahkan cair seketika saat di suguhkan beberapa hidangan dari tuan rumah untuk menu berbuka puasa. keluhan dan harapan banyak di utarakan dalam diskusi singkat itu. Hampir 15 menit berlalu salah satu satu koban rumah kebakaran hadir dalam diskusi tersebut, acara simbolis pemberian pun dilaksankan langsung setelah selesai berbuka puasa.
Konsep PMII yang mengusung dzikir, fikir dan amal sholeh adalah semboyan yang menjadi tulang punggung dalam kegiatan ini selain ASWAJA dan PANCASILA yang telah menjadi darah daging sebagai ideologi PMII. Dan komitmen PMII Kab. Karimun selain sebagai pengawal dalam setiap mekanisme pemerintahan juga menjadi tempat rujukan dalam menangani isu-isu sosial terlebih kepada kaum protelar.
*Salam Pergerakkan.
Baca selengkapnya »

Senin, 13 Juni 2016

0

Sampah Buang Sembarangan, Salah Siapa ?

|

Dari gerbang batu lipai menuju ke baran tepatnya di gang awang noor, selama diperjalanan tidak ada yang spesial. Semua terasa seperti biasa, layaknya penduduk setempat yang sudah bosan dengan apa yang mereka lihat setiap hari. Saat di perjalanan terlihat batu besar yang menjadi lambang dari batu lipai, terdapat pemandangan yang membuat mata terasa sakit melihatnya serta membuat hidung harus segera ditutup guna meloloskan kita dari jeratan bau busuk yang menyengat.

Ini persoalan klasik yang butuh diselesaikan dengan cara modern, bukan dengan cara kuno yang harus menunggu sambil berpangku tangan kepada pemerintah daerah. Jauh sebelumnya rakyat setempat sudah muak dengan kelakuan orang yang membuang sampah pada bukit tersebut. Dengan memasang spanduk diharapkan para pelaku sadar akan kegeraman warga setempat. Namun hasilnya hanya beberapa hari saja bukit itu bersih dari sampah, hari berikutnya masih saja ada orang yang melakukan praktek yang tidak terpuji itu.

Salah siapa ini ? Salahkah warga setempat yang kurang keras dalam memperingatkan ke orang ramai, atau mereka para manusia yang tidak tahu ingin buang dimana karena jauhnya tempat pembuangan sampah sehingga bukit tersebut menjadi korbannya.

Bukan dibukit itu saja yang sering menjadi sasaran orang-orang yang tak berjiwa toleransi, banyak lagi tempat yang memang sudah di incar mereka sejak bertempat tinggal di daerahnya. Sampai-sampai himbauan berupa hinaan yang tidak patut di baca pada anak kecilpun di tancapkan di daerah rawan tersebut.

Akhirnya semua menjadi serba salah, saling menuduh dengan membela diri sendiri tidak ada gunanya lagi. Tempat yang sudah terlanjur dijadikan tempat pembuangan sampah sudah di cap sebagai tempatnya, peringatan sudah tidak dihiraukan. Keadaan yang memaksakan mereka, menjadi manusia yang tidak memiliki jiwa toleransi dan kesadaran bersama sudah menjauh dari sifatnya, dan yang mendekat segala sifat instan dan praktis.

Kembali lagi pada soal di atas. Salah siapakah ini semua ? Suka atau tidak suka kita diharuskan menuntut pada pemerintah daerah, mereka yang mengurusi daerah ni sudah memiki klasifikasi setiap persoalan. Namun belum ada dampak berarti dari dinas terkait akan hal ini. Lalu seberapa besar pengaruh dari kegiatan pak bupati kita yang bertemakan sabtu bersih dimana agendanya pada setiap hari sabtu, sampai dalam mengurusi sampah di daerah pelosokpun tidak diurus. Agaknya mereka hanya mengurusi kebersihan jalan protokol dan jalan besar yang hanya dilalui pejabat-pejabat dan konglomerat.

Nasi sudah menjadi bubur, semoga dengan tulisan ini kita semua bisa menjadi lebih mencintai lingkungan.
Baca selengkapnya »

Minggu, 29 Mei 2016

0

Pentingnya Berorganisasi Bagi Mahasiswa

|

 Suharno Abdlsyrif
Mahasiswa Stie Cakrwala Karimun –  Jurusan Manajemen
Pengurus Cabang PMII Karimun.  Salam Pegerakan Untuk Sahabat PMII Se Indonesia
———————–
 
Sebagai mahasiswa kehidupannya dalam perkuliahan tidaklah hanya sekedar masuk kelas, mendengarkan dosen menjelaskan materi mencatat apa yang di jelaskan dosen, pulang ke kostan mempelajari apa tadi yang di jelaskan oleh dosen dan dan saat UAS kita hanya menuliskan ulang materi yang telah dipelajari. Tentu tidak.

Kehidupan mahasiswa menyimpan berjuta peluang dan manfaat. Kamu bisa bertemu dengan mahasiswa lain, dosen, professor, tokoh masyarakat, pejabat, pengusaha, dan lain-lainnya. Peluang keliling dunia pun banyak, kamu bisa ke luar negeri, dan kesempatan magang di perusahaan impian karirmu. Ingin cari uang? Beragam lomba inovatif banyak tersedia hanya bagi mereka yang mahasiswa, begitupun penelitian atau riset yang tentunya bisa mengasah kemampuan ilmiahmu.

Perlu di ingat bahwa mahasiswa itu adalah kaum terpilih, atau kaum intelektual. Sehingga kita di siapkan untuk mengabdi kepada negara dan baerbakti kepada masyarakat.
Di kehidupan kuliah, kita akan bertemu beragam organisasi, komunitas, kegiatan, dan wadah-wadah minat dan bakat lainnya. Umumnya di tiap Perguruan Tinggi ada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baik tingkatnya fakultas maupun universitas, yang bergerak di bidang olahraga, seni, kerohanian, jurnalisme, wirausaha, pecinta alam, keilmuan, dan lain sebagainya.
Nah, haruskah mahasiswa itu perlu mengikuti kegiatan seperti itu? tentu saja perlu!! Berikut beberapa manfaat bagi mahasiswa yang mengikuti organisasi:

Dapat Mengasah Softskill
Tahukan kamu apa bedanya softskill dan hardskill? Hard Skill itu kemampuan teknis yang kita pelajari melalui disiplin ilmu. Skill yang di dapat dari kamu mengikuti kegiatan belajar mengajar. Seperti anak Kimia, membuat suatu campuran bahan kimia. Anak pertanian, menanam pohon cabe. Anak mesin membuat mobil sendiri, dan sebagainya.

Namun softskill kadang dilupakan, yaitu kemampuan kamu dalam mengatur/memanajemen dirimu sendiri dan diri orang lain. Contohnya kamu sebagai pemimpin atau leader, pastinya kamu harus siap mengatur anggotamu, sedangkan jika kamu sebagai anggota jika di atur oleh atasanmu, kamu harus patuh. contoh lainnya jika dalam suatu kelompok terjadi konflik maka kita harus mencari solusi bersama, dan juga jika di beri amanah kita harus menjalankannya. Semuanya itu tak ada hubungannya dengan apa yang jelaskan dosenmu dalam kelas. Tak ada hubungannya mengatasi atau mengatur suatu organisasi dengan bahan kimia, apalagi pohon cabe.

Dapat Menambah Teman
Dengan kamu bergabung dalam suatu organisasi, kamu akan bertambah kenalan. Yang tadinya temanmu hanya satu prodi. Nanti bisa bertambah menjadi satu universitas, malah-malah bisa dengan universitas lain. Maka tak heran jika kamu melihat anak-anak organisasi contohnya BEM, kalau jalan banyak yang kenal  . Atau “Uih tuh anak BEM, keren!! dari fakultas mana dia?”, atau anak MENWA lewat,”Uwih, gagah banget bro sekarang dia, semenjak ikut MENWA”. Asik bukan jadi terkenal dan banyak kenalan?

Dengan Berorganisasi, Menyalurkan Minat, Mengasah Bakat
Dengan mengikuti UKM, minatmu dapat tersalurkan dan bakatmupun bertambah pesat. Contohnya anak sastra jawa, mengikuti UKM UPKD, yang cewek jago nyanyi/nari kan bisa ikut siden atau jadi penari. Sedangkan anak-anak Ilmu Komunikasi ikut UKM di bidang Pers, pastinya kan bisa mempertambah wawasanmu dan pengalamanmu. Jikalau anak Hukum, bisa ikut DEMA atau BEM, sehingga bisa menyalurkan aspirasi-aspirasi mahasiswa lainnya sekaligus belajar menjadi wakil rakyat  Jadi dengan mengikuti UKM atau berorganisasi bisa menambah bakatmu.

Dapat Menerapkan Teori Menjadi Praktek
Contohnya anak-anak di Koperasi Mahasiswa (Kopma), mahasiswa Jurusan Akuntansi bisa mempraktekkan ilmu mereka untuk mengatur keuangan, mahasiswa Jurusan Komputer bisa membantu merancang software untuk operasional Kasir di swalayan Koperasi, mahasiswa Jurusan Kearsipan/Adminstrasi bisa mengurus perpustakaan dan dokumen lembaga, dan lain sebagainya.

Dengan Berorganisasi, Dapat Menambah Nilai Plus Dalam CV-mu
Dengan punya pengalaman berorganisasi, perusahaan yang merekrutmu pasti akan mempertimbangkanmu baik-baik, karena itu artinya kamu dianggap sudah punya pengalaman dalam bekerja dalam kelompok, alias punya Softskill. Kamu bukan sekedar mahasiswa ber-IPK tinggi tapi kerjanya cuma bolak-balik kuliah-pulang-kuliah-pulang (istilah lawas, “mahasiswa kupu-kupu”). IPK itu penting untuk dipertahankan, untuk menunjukkan bahwa kamu serius dalam studimu, tapi jangan sampai kamu mendewakkan IPKmu sehingga tidak mengembangkan diri di luar perkuliahan.

Demikian yang dapat saya tulis. Mohon maaf jika banyak tulisan atau kalimat-kalimat yang salah atau kurang berkenan. Dikarenakan sumber yang terbatas.
Salam pegerakan ?
Baca selengkapnya »

0

Kabupaten Karimun Butuh Jembatan Antar Pulau

|

Kabupaten Karimun adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau Indonesia. Ibu kota Kabupaten Karimun terletak di Tanjung Balai Karimun. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 7.984 km², dengan luas daratan 1.524 km² dan luas lautan 6.460 km².

Kabupaten Karimun terdiri dari 198 pulau dengan 67 diantaranya berpenghuni. Karimun memiliki jumlah penduduk sebanyak 174.784 jiwa. Utara : Malaysia, Singapura, Selat Malaka , Timur : Batam, Bintan , Selatan: Bintan, Indragiri Hilir ,Barat : Bengkalis, Pelalawan.

Dengan kondisi pulau- pulau yang terpisah oleh lautan, maka sudah saatnya karimun memiliki jembatan penghubung antar pulau yang satu dengan yang lainnya. Karena saya berpendapat jika langkah strategis pembangunan jembatan pastinya akan menberikan kontribusi yang besar khusus untuk pemerintah daerah dan bagi masyarakat karimun itu sendiri.

Berikut beberapa pandangan keuntungan yang akan didapatkan pemerintah maupun masyarakat jika jembatan penghubung dibangun :

1. Sektor perekonomian masyarakat
Saya berasumsi jika jembatan penghubungan antar pulau dibangun tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat, sebagaimana kita ketahui bahwasanya banyaknya masyakarakat yang di luar pulau karimun bekerja sebagai petani maupun bekerja sebagai nelayan.

Tentunya dengan adanya jembatan tersebut masyarakat dengan mudahnya menjual segala macam hasil pertanian  maupun tangkapan ikan atau yang lainnya tanpa harus menunggu waktu yang lama untuk menjual ke pusat kota karimun yang notabenenya sebagai pusat perekonomian masyarakat karimun.

Tentu hal ini disuarakan karena seringkali masyarakat yang ingin mendistribusikan barang-barang mereka kepasar masih saja menunggu dengan waktu yang lama karena terhambat dengan jadwal keberangkatan kapal, faktor cuaca dilaut yang tentunya menjadi penghambat gerak cepatnya perputaran ekonomi masyarakat yang ada dikarimun khususnya di luar pulau karimun.

Saya berasumsi jika karimun mempunyai jembatan penghubung antar pulau maka masyarakat bisa bergerak lebih cepat tanpa batasan waktu. Tentu semakin cepat semakin bagus “ TIME IS MONEY “. Semakin meningkat perekonomian masyarakat maka semakin meningkat pula kesejahteraan masyarakat.
2. Kebutuhan pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Selain perekonomian meningkat, kebutuhan pelayanan kesehatan dan pendidikan juga menjadi penghambat masyarakat karimun saat ini. “ Berawal dari beberapa waktu yang ketika saya melihat ada sebuah keluarga dari pulau luar karimun.

Kebetulan membawa salah satu anggota keluarganya yang sakit. menggunakan kapal laut (pompong) pada malam hari berhenti  di tepian coastal area lalu di jemput dengan sebuah mobil yang mana menurut informasi mobil itu akan membawanya ke rumah sakit dikarenakan kondisi salah satu anggota keluarganya sedang kritis “ Maka saat ini saya menyadari andai saja karimun punya jembatan penghubung antar pulau mungkin saja akan lebih efektif dan efisien menuju rumah sakit andai saja keadaan darurat terjadi pada masyarakat luar pulau karimun dan pastinya akan lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa batasan ruang dan waktu.

Dalam hal pendidikan memudahkan untuk masyarakat menyekolahkan anak-anak mereka untuk melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi seperti smp maupun sma. Yang hingga saat ini masih ada juga masyarakat yang tidak menyekolahkan anaknya karena harus menyebrang laut dan tentu karimun perlu akses penghubung.
3. PAD untuk pemerintahan kabupaten karimun bisa saja meningkat melalui sector pariwisata / jelajah antar pulau, karcis tiket penyebrangan  dan lain-lainnya.

Sekedar Opini
Semoga Bermanfaat..!!
Parizal (Ketua Umum PC PMII Kabupaten Karimun)
Baca selengkapnya »

0

Kuliah dan Paradigma Masyarakat

|

Kuliah adalah jenjang pendidikan yang ditempuh oleh seseorang atau kelompok di sebuah perguruan tinggi yang acap kali sering disebut dengan universitas ataupun sekolah tinggi lainnya. Kuliah sangat berbeda dengan sekolah dasar dan sekolah menegah karena di bangku kuliah menuntut sebuah kemandirian civitas akademika disetiap kegiatan dan tentunya proses belajar-mengajarnya sangat bervariasi.

Porsi dari setiap kegiatan bisa berbeda dalam setiap metode pengajaran tergantung kebijakan universitas. Dalam proses belajar mengajar Ada yang belajarnya di laboratorium dan ada yang belajarnya di lapangan. Tentu hal ini di lakukan bervariasi di bangku kuliah karena sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap program studi ada yang bersifat teoritis ataupun praktek.

Bertanya tentang manfaat, tentunya kuliah bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas dan menjurus daripada jurusan yang diambil saat masih duduk di bangku SMA/Sederajat . Terkadang kuliah juga mempunyai manfaat untuk mendapatkan pekerjaan karena menjadi bahan rujukan untuk sebuah perusahaan menerima karyawan dan kuliah juga bisa menjadi modal awal untuk memulai sebuah jiwa kewirausahaan (Menciptakan lapangan pekerjaan).

Harus di ketahui bahwasanya kuliah BUKAN untuk membuat seseorang menjadi kaya atau menjadi tolak ukur masyarakat bahwa seorang sarjana harus sukses ketika selesai masa kuliahnya. akan tetapi bagaimana ilmu yang di dapatkan semasa kuliah mampu di pertanggungjawabkan atau diaplikasikan ke masyarakat banyak seperti ide/gagasan, teknik dan lain sebagainya.

Subjek dari kegiatan perkuliahan tentunya disebut dengan sebutan mahasiswa. Barangkali dengan sebutan mahasiswa pastinya peran strategisnya sangatlah berbeda dengan siswa. Merujuk pada tri dharma perguruan tinggi yaitu Pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, pengabdian masyarakat. Maka sudah tentu kiprah perkuliahan yang diaktori oleh mahasiswa kepada masyarakat, Bangsa dan Negara haruslah nyata dengan memberikan kontribusi yang konstruktif. banyak hal yang bisa dilakukan yaitu melalui berbagai macam kegiatan Seperti diskusi, seminar , penelitian ilmiah dsb.

PARADIGMA MASYARAKAT TENTANG KULIAH
Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual. Kini akan di hubungkan paradigma masyarakat terhadap dunia perkuliahan.

Perkuliahan merupakan proses waktu yang cukup lama dalam memenuhi capaian gelar S1 (Strata Satu), S2 (Strata dua), S3 (Strata Tiga ).Maka dari beberapa survey atau sedikit wawancara kepada sebagian masyarakat mengenai perkuliahan ini maka sedikit saya tarik kesimpulan mengenai Paradigma/asumsi/pandangan masyarakat terhadap dunia perkuliahan.

Menjadi sebuah catatan masyarakat terhadap dunia perkuliahan terhadap Mahasiswa yaitu ketika seorang mahasiswa telah menyelesaikan kuliah dan kini menjadi seorang sarjana. Selalu saja ada pandangan masyarakat bahwa sukses tidaknya seorang mahasiswa atau orang-orang yang kuliah ketika menjadi seorang sarjana adalah menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS), seorang sarjana dikatakan sukses jika dalam waktu cepat menjadi kaya dan ketika seorang sarjan tidak mendapatkan pekerjaan dikatakan gagal.

Sehingga pandangan seperti ini menjadi pemicu masyarakat untuk memandang remeh bangku perkuliahan, serta anggapan seperti ini akan menjadi momok menakutkan bagi generasi-generasi baru untuk melanjutkan perkuliahan ketika banyaknya masyarakat mengatakan “Untuk apa kuliah habiskan uang saja, untuk apa kuliah kalau nanti tak bisa jadi pegawai, mending kerja langsung dapat uang,” sehingga anggapan seperti inilah yang akan menjadi penghambat bagi kemajuan pola fikir generasi-generasi baru dan pasti akan menjadi boomerang bagi kemajuan bangsa Indonesia. Maka jangan heran ketika hari ini masih banyak generasi muda yang pesimis untuk memasuki bangku perkuliahan.

Oleh sebab itu, sebagai orang yang saat ini sedang menduduki bangku kuliah hendaknya mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya ilmu pengetahuan itu lebih dari segalanya. ketika kuliah di jadikan tolak ukur sebagai alat untuk menjadi kaya maka berilah pandangan dengan mengatakan bahwa peran sentral penting bangku kuliah itu adalah memperoleh ilmu pengetahuan yang luas.

Tugas civitas akademika adalah memberikan kontribusi yang baik dan membangun bagaimana ilmu itu bisa di sampaikan kepada orang banyak. sehingga fungsi perkuliahan itu bisa di sadari masyarakat sebagaimana mestinya.

Salam Mahasiswa, Salam pergerakan
PARIZAL (KETUA PC PMII KAB. KARIMUN)
Baca selengkapnya »

Sabtu, 28 Mei 2016

0

Ketua PMII Karimun Jelaskan Makna Sikap Profesional

|
Aminuddin Ma'ruf (Ketua PB PMII) dan Parizal (Ketua PC PMII Kabupaten Karimun)

Profesional merupakan kata yang sangat lazim kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Pastinya kata tersebut sering kita ucapkan dalam berinteraksi bersama teman, masyarakat dan bersama lainnya. Profesional menurut Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah bersangkutan dengan profesi yang memerlukan kepandaian khsusus untuk menjalankannya, sedangkan menurut Lisa Anggraeny profesional adalah suatu tuntunan bagi seorang yang sedang mengemban amanahnya agar mendapatkan proses dan hasil yang optimal.

Pada dasarnya profesional merupakan orang yang memiliki profesi atau pekerjaan yang dilakukan dengan memiliki kemampuan yang tinggi dan berpegang teguh kepada moral yang mengarahkan serta mendasari perbuatan. Profesional biasa dicirikan dengan memiliki kemapuan yang cukup baik, bertanggung jawab serta mempunyai integritas yang tinggi. Bertindak dan bersikap profesional dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting karena akan menjadi sebuah nilai dan tolak ukur kepribadian seseorang.

Kini profesional tidak hanya berfokus kepada profesi semata yang di kuasai. Akan tetapi profesional telah menjadi kata yang sangat luas yang mencakup segala aspek kehidupan sehari-hari. Seperti bersikap profesional dalam menjalankan tugas, pengambilan keputusan yang benar-benar baik tanpa harus mementingkan kepentingan individu maupun kelompok. Jadi sudah sangat jelas sekali bahwa bersikap profesional bukan hanya didalam dunia pekerjaan akan tetapi mencakup pada setiap aktivitas yang kita jalani.

Orang-orang yang komitmen dan terus berusaha bersikap profesional biasanya mengalami tantangan yang sangat besar. Ada fase dimana akan merasakan posisi yang sangat dilematis yang akan di hadapi. Misalnya seseorang yang dipercaya menjadi pemimpin sebuah perusahaan yang dituntut mencari profit besar untuk perusahaan, ketika mengambil keputusan yang baik tetapi memberikan dampak buruk yang terhadap orang lain. Padahal apa yang telah dilakukannya adalah sebagai bentuk dari profesional dalam bekerja sesuai dengan tugas yang telah di amanahkan. Inilah yang terkadang menjadi sebuah tantangan.

Lalu bagaimanakah dengan kita saat ini..? apakah kita sudah bersikap profesional dalam bekerja atau menjalankan aktivitas kita sehari-hari baik di pemerintahan, organisasi, maupun didunia kampus. Beranikah kita sebagai seorang aktivis mahasiswa berbicara karena ada kesalahan fatal yang dilakukan senior, dosen bahkan rector kita..? Mampukah kita sebagai seorang aparat menegakan hukum seadil-adilnya meski yang salah adalah teman sejajaran pimpinan daerah maupun nasional. Mampukah kita sebagai seorang pemimpin negeri mengatakan dengan tegas antara yang benar dan yang salah tanpa harus segan karena dia berjasa. Ketika kita ragu untuk menjawab maka otomatis kita masih belum bisa bersikap profesional.
Pada dasarnya ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan jika kita bersikap profesional baik dalam bekerja maupun beraktifitas lainnya. Tentunya akan terbentuk karakter maupun sikap mental yang baik dalam menyikapi masalah. Menjadi sosok yang bijaksana dan tentunya ahli dalam setiap pekerjaan yang dihadapi. tentunya masih banyak lagi manfaat yang akan kita dapatkan. Jadi bersikaplah profesional lah dalam segala tindakan maupun sikap tentu manfaatnya akandatang dengan sendirinya.

Semoga bermanfaat
Salam pergerakan..
Parizal ( Ketua Umum PC PMII Kabupaten Karimun )
Baca selengkapnya »

0

Mau Rakyat Sejahtera? Daerah Perlu Rencanakan Bangun Jembatan Antarpulau

|
Pelabuhan rakyat antarpulau Boom Panjang KPK Ini menjadi salah satu penghubung masyarakat antarpulau di Kabupaten Karimun
  KabupatenKarimun adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau Indonesia. Namanya kepulauan, maka daerah ini terdapat banyak pulau yang terpisah-pisah dengan lautan.
Ibu kota Kabupaten Karimun terletak di Pulau Karimun. Luas wilayah daerah ini 7.984 km², dengan daratan 1.524 km² dan lautan 6.460 km². Kabupaten Karimun terdiri dari 198 pulau dengan 67 diantaranya berpenghuni. Karimun memiliki jumlah penduduk sebanyak 174.784 jiwa. 
Dengan kondisi pulau- pulau yang terpisah oleh lautan, maka sudah saatnya kabupaten ini memikirkan untuk mencapai pemerataan pembangunan serta prinsip pembangunan berkeadilan.
Jembatan untuk menghubungkan antara satu pulau dengan pulau yang lainnya, sudah sangat terasa diperlukan. 
Langkah strategis dengan adanya pembangunan jembatan pastinya akan menberikan kontribusi yang besar khusus untuk pemerintah daerah, dan tentunya bagi masyarakat Karimun itu sendiri.
Berikut beberapa keuntungan yang akan didapatkan pemerintah maupun masyarakat jika jembatan penghubung tersebut dibangun;  
-Sektor perekonomian masyarakat meningkat.
Jika jembatan penghubungan antarpulau dibangun tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebagaimana kita ketahui bahwasanya banyaknya masyakarakat yang di luar pulau karimun bekerja sebagai petani maupun bekerja sebagai nelayan.
Tentunya dengan adanya jembatan, masyarakat dengan mudah menjual segala macam hasil tani atau tangkapan ikan atau yang lainnya tanpa harus menunggu waktu yang lama untuk menjual ke pusat kota Karimun yang notabenenya sebagai pusat perekonomian masyarakat Karimun. 
Tentu hal ini disuarakan karena seringkali masyarakat yang ingin mendistribusikan barang-barang mereka ke pasar masih saja menunggu dengan waktu yang lama karena terhambat dengan jadwal keberangkatan kapal.
Faktor cuaca di laut tentunya menjadi penghambat gerak cepatnya perputaran ekonomi masyarakat yang ada di Karimun, khususnya di luar pulau Karimun. Jika ada jembatan penghubung antarpulau, maka masyarakat bisa bergerak lebih cepat tanpa batasan waktu.
Semakin meningkat perekonomian masyarakat maka semakin meningkat pula kesejahteraan masyarakat. 
-Kebutuhan pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Selain perekonomian meningkat, kebutuhan pelayanan kesehatan dan pendidikan juga menjadi penghambat masyarakat Karimun saat ini. Menggunakan kapal laut (pompong) pada malam menyulitkan masyarakat pulau mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai. Maka saat ini saya menyadari andai saja karimun punya jembatan penghubung antar pulau mungkin saja akan lebih efektif dan efisien menuju rumah sakit andai saja keadaan darurat terjadi pada masyarakat luar pulau Karimun dan pastinya akan lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa batasan ruang dan waktu.

Dalam hal pendidikan, masyarakat yang menyekolahkan anak-anak mereka untuk melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi seperti SMP maupun SMA akan lebih mudah. Yang hingga saat ini masih ada juga masyarakat yang tidak menyekolahkan anaknya karena harus menyebrang laut dan tentu Karimun perlu akses penghubung. (*)
Baca selengkapnya »

Kamis, 26 Mei 2016

0

Seluk Beluk 3 Organisasi Mahasiswa Di Universitas Karimun

|
Assalamualaikum sahabat-sahabati yang berada di bumi berazam.

Setiap organisasi selalu dikenal dengan hal-hal yang unik, dari ucapan salam yang berbeda, perkataan yang menjadi semboyan, hingga simbol-simbol yang menandakan identitas diri mereka.

Ada ucapan yang selalu dinyanyikan oleh sebagian kelompok organisasi luar mahasiswa yang bait akhirnya mengatakan ‘Tangan terkepal dan maju kemuka. Semboyan ini sangat populer bagi para penganut organisasi beralmamater biru berpecikan hitam polos  ini, mereka lebih mendepankan untuk menjadi pelopor dan cenderung diawali dengan sebuah pergerakan.

Sedangkan Singkatan YAKUSA yang artinya "Yakin Usaha dan bisa" ini sebuah ungkapan yang selalu tertanam pada mahasiswa yang selalu memakai peci yang berwarna hitam dan hijau, serta benderanya bergambar bintang dan bulan yang dikelilingi dengan warna hijau yang bercorak islam. Terkadang pin logo yang penuh makna terpampang di jilbab para mahasiswinya.

Lain lagi dengan organisasi mahasiswa hasil usaha Bung Karno ini, mereka para mahasiswanya lebih terkenal dan mudah di ingat dengan semua unsur yang ada pada mereka berwarna merah. Hingga keberanian mereka turun ke jalan demi merebut demokrasi pun sudah memperlihatkan kamarahan dari banteng merah mereka yang tergambar di partai hasil ciptaan Bung Karno.

Ke-tiga organisasi besar ini sangat bagus untuk di ikuti, apa lagi para kader-kadernya terdahulu sudah banyak yang sukses tak terkucuali organisasi mahasiswa lainnya. Sebut saja Anies Bawesdan, semua mahasiswa HMI pasti tahu dari mana Menteri pendidikan ini berasal, tak ketinggalan nama besar Akbar Tanjung, politisi ulung yang sukses ketika masuk ke dunia partai politik. Lalu ada Imam Nahrowi, menteri Pemuda dan Olahraga dan Khofifah Indra Parawansa yang ditunjuk sebagai Menteri Sosial mereka berdua berasal dari PMII, belum lagi yang berasal dari GMNI yang sudah banyak menghasilkan politisi dan pejabat yang intelektual, yaitu Bambang Pranoto, Yayat T, Soemitra, Almarhum Taufik Kiemas, dan lain-lain

Semua organisasi yang diikuti itu bagus dan tidak ada yang sia-sia, tergantung niatnya kita ingin memasukinya. Ada organisasi di dalam kampus ada yang di luar, yang lebih menonjol adalah organisasi diluar kampus yang berskala nasional. Selain bermacam-macam program yang mereka lakukan, mereka juga mempunyai sistem kaderisasinya yang berbeda-beda dan kegiatan-kegiatan yang pro terhadap masyarakat serta gebrakan-gebrakan yanmengejutkan pemerintah baik itu berupa kritikan, saranaksi, dan lain sebagainya.

Agar tidak tebang pilih, sebelum memasuki organisasi tersebut sebaiknya dilakukan penelitian yang sangat matang sebelum terjun ke dunia organisasi. Karena di dunia organisasi selain turuk aktif dalam membantu masyarakat mereka juga saling bertatap mata dengan pihak keamanan, konflik dengan organisasi lain pun tak terlakkan, bahkan yang lebih membahayakan lagi yakni selalu bersitegang dengan para pemimpin-pemimpin yang dzalim beserta koleganya. Mahasiswa yang berani menghadapi seperti ini hanyalah mahasiswa pilihan, mahasiswa yang tidak takut terhadap dzalimnya pemerintah, mahasiswa yang berfikir kritis, berjiwa nasionalis, serta mahasiswa yang berpedoman pada kebenaran terutama untuk kepentingan rakyat.

Lalu muncul dua buah pertanyaan yang saling berkaitan. Apakah semua organisasi tersebut berbeda dari segi tujuannya? Apakah ada yang terbaik dari yang baik?

Bila ingin puas dengan jawabannya semua pertanyaan tadi harus disampingkan, lalu bisa dijawab ketika anda melihat dan meneliti terlebih dahulu, sehingga bisa diasumsikan seperti apa organisasi yang menurut anda terbaik serta berbeda dari organisasi lainnya.

Pada dasarnya semua tujuan organisasi ini sama, yaitu untuk kepentingan masyarakat. Tetapi hal ini akan berubah bila sebuah organisasi di sisipi oleh orang-orang politik yang tak bertanggung jawab, yang mempunyai kepentingan pribadi. Seolah-olah para politisi tersebut berpolitik dengan memboncengi sebuah organisasi. Jika hal ini terjadi maka tujuan dari adanya sebuah organisasi mahasiswa sudah tidak sinkron lagi, disatu sisi ingin menolong rakyat disisi lain berupaya menyengsarakan rakyat. Artinya organisasi ini tidak lain dan tidak bukan hanya sebagai boneka para politisi bahkan sampai-sampai bonekanya para pemerintah yang rakus akan jabatan. Sangat disayangkan bila organisasi tersebut bisa berada secara leluasa di bumi berazam ini, kita perlu mencurigai mereka karena kita semua adalah mahasiswa yang memiliki sifat kritis!

Baca selengkapnya »

Support

Copyright © 2011 PC PMII Kabupaten Karimun

Template N2y Shadow By Nano Yulianto